Hexagon The Nusantara Port Market Berlangsung Dua Hari
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara akan menyelenggarakan acara Hexagon The Nusantara Port Market pada 14–15 Agustus 2026 di Pasar Hexagon, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan.
"Ruang bersejarah"
Kegiatan tersebut diadakan sebagai upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah melalui perpaduan budaya dan ekonomi kreatif. Selain menjadi ruang ekspresi budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Mengenal TIM, Ekosistem yang Hidupkan Seni dan Kebudayaan JakartaAsisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Anita Permata Sari mengatakan, Pasar Hexagon dipilih karena memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan yang berdiri sejak 1920-an tersebut kini telah direvitalisasi menjadi ruang publik yang menghubungkan sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif.
"Pasar Hexagon merupakan salah satu saksi perjalanan kawasan ini. Kini, ruang bersejarah tersebut kembali kita hidupkan untuk mempertemukan warisan budaya (heritage), kultur, dan pasar kreatif," ujarnya, Senin (10/8).
Anita menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah ekspresi budaya dan bagian dari perayaan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Menariknya, pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor tanpa alokasi anggaran khusus," terangnya.
Menurutnya, kesuksesan acara tersebut didukung keterlibatan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah koordinasi Wali Kota Jakarta Utara, komunitas, Unit Pengelola (UP) Museum Bahari, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari berbagai pihak, khususnya Perumda Pasar Jaya.
"Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir meramaikan acara ini bersama keluarga. Nikmati sensasi kulineran di bawah langit malam Jakarta Utara sambil disuguhi berbagai pentas seni budaya yang memukau," ajaknya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma menambahkan, revitalisasi fungsi Pasar Hexagon diarahkan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata lanjutan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Kota Tua.
Ia memproyeksikan wisatawan yang berkunjung ke Kota Tua dan Museum Bahari dapat melanjutkan perjalanan menuju Masjid Luar Batang, kemudian beristirahat di Pasar Hexagon. Pengunjung dapat menikmati berbagai kuliner, berburu suvenir, sekaligus menyaksikan aktivitas seni dan budaya.
"Langkah ini merupakan upaya nyata menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi dan budaya di pasar bersejarah tersebut. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya," bebernya.
Dya berharap, optimalisasi ruang publik sebagai tempat ekspresi budaya dapat terus dilakukan sehingga mampu menciptakan ekosistem ekonomi dan budaya yang berkelanjutan.
"Kita manfaatkan ruang publik sebanyak mungkin sebagai tempat ekspresi. Ini adalah upaya kolektif mewujudkan ekosistem budaya yang berkelanjutan," tandasnya.